Mata, Hati dan Pikiran. Catatan-Mataharian adalah sebuah kesimpulan dari Mata, hati dan pikiran dalam keseharian.

Showing posts with label Siswa. Show all posts
Showing posts with label Siswa. Show all posts

Nov 4, 2019

Setelah 25 Tahun, Diantara Titik-titik Kenangan

Gerbang SMAN 7 Balikpapan (Dok. Pribadi)
Balikpapan (03-11-2019), bisa jadi ini hari merupakan hari yang paling berbahagia bagi para lulusan SMAN 7 Balikpapan dari lulusan tahun 1997-2019,semua angkatan  berbaur menjadi satu dalam acara Reuni Akbar 25 Tahun SMAN 7 Balikpapan. Acara yang mengambil tempat langsung di halaman sekolah ini juga bertujuan untuk mengenang kembali serta merasakan atmosfir masa-masa sekolah bagi para peserta. Kenangan para alumni dengan sekolah maupun kenangan alumni bersama para dewan guru pada zaman ketika mereka bersekolah dulu. Reuni Akbar SMAN 7 Balikpapan tahun 2019 ini terbilang sukses dalam hal pelaksanaannya, hal ini bisa terlihat dari wajah-wajah para panitia serta seluruh peserta yang bisa hadir selama acara ini berlangsung.
Kepala Sekolah SMAN 7 Balikpapan, Bapak Ali Arham beserta dewan guru dan undangan yang terhormat (dok. pribadi)
Dalam susunan acara, mestinya acara dimulai dengan senam bersama dan jalan santai bersama seluruh panitia dan peserta yang hadir di acara ini, tetapi acara jalan santai harus di hilangkan karena sedari pagi daerah Lamaru-Balikpapan Timur di guyur hujan.  Acara senam bersama dibawah awan mendung pagi berlangsung penuh semangat serta penuh tawa karena para peserta yang mengikuti senam tersebut terlihat agak susah untuk mengikuti gerakan dari instruktur senam yang berada diatas panggung utama.
Tidak semua peserta yang telah terdaftar bisa mengikuti rangkaian acara hari itu, ada juga beberapa peserta yang telah terdaftar tidak dapat mengikuti acara pada hari yang bersejarah ini. Kesibukan atau jadwal yang berbenturan dengan acara ini juga menjadi sebab, mengingat acara ini bisa dikatakan cukup singkat dalam hal persiapan maupun informasi pelaksanaannya kepada setiap koordinator angkatan alumni. Tetapi para alumni yang tidak bisa hadir tetap memberikan apresiasi yang positif terhadap acara yang berlangsung ini serta memberikan dukungan penuh serta harapannya kepada panitia selanjutnya agar acara seperti ini bisa tetap selalu ada di tahun-tahun berikutnya.
Alumni di tenda utama acara Reuni Akbar (dok. pribadi)
Bazaar pendukung acara Reuni Akbar (dok. pribadi)
Peserta yang hadir dalam acara ini biasanya  akan berkumpul sesuai dengan angkatannya masing-masing, tetapi banyak juga yang membaur dengan lintas angkatan untuk saling menyapa. Ada juga yang langsung melakukan “jalan kenangan” mengenang kembali titik-titik yang mereka anggap bersejarah ditempat mereka bersekolah dulu. Para peserta dari angkatan awal cukup terkesima dengan kemajuan dan perkembangan sekolah yang cukup pesat. Banyak perubahan yang terlihat baik dari sisi sarana dan prasarana serta perkembangan jumlah siswa yang semakin banyak.
Bangunan awal yang banyak perubahan (dok. pribadi)
“Dulu lapangan ini masih becek dan berlumpur” terdengar sepintas kalimat obrolan dari peserta, sepertinya dari angkatan awal sekolah ini.
SMAN 7 Balikpapan kala itu (Sumber: Foto Grup WA)
Teringat masa diantara 1996-1999, jalan masuk menuju sekolah yang kadang becek karena hujan bahkan sampai  banjir memaksa kita untuk membuka sepatu, mengangkat celana, belum lagi suasana sekolahan baru yang semua fasilitas serba terbatas. Lapangan tengah sekolah yang masih tanah liat di tumbuhi rerumputan yang juga akan becek jika hujan mengguyur. Ruang kelas yang masih terbatas harus dibagi antara kelas pagi dan kelas sore. Tidak ada pagar kelilingnya, cuma dikelilingi dengan kebun warga, mau bolos sekolah itu sangat mudah dilakukan pastinya. Lokasi parkiran yang masih bisa dihitung dangan jari jumlah motor yang terparkir, karena memang hampir semua siswanya kala itu masih menggunakan "angkot" sebagai alat transportasi menuju ke sekolah, jangan ditanya soal "handphone" apalagi "smartphone" 
Tapi itu adalah titik awal, semua butuh proses. Dan sekarang kami semua menyaksikan sebuah perubahan di 25 tahun usia sekolah ini. Semua dan dulu memang titik awal dari sebuah perubahan yang lebih baik. Kini sekolah ini menjelma menjadi sekolahan yang terbesar di daerah ini.
Kembali ke acara....
Tarian dari para Alumni dan panitia acara (dok. pribadi)
Hiburan dari Perwakilan angkatan dan panitia (dok. pribadi)
Setelah senam bersama acara dimulai dengan membacakan susunan acara, hiburan dari perwakilan angkatan, sambutan-sambutan,pembentukan Ikatan Alumni Sekolah serta pembagian doorprize dengan hadiah yang menarik. Dalam kata sambutannya, Yuli Agus sebagai ketua panitia berharap dengan adanya acara ini bisa menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antara alumni SMAN 7 Balikpapan serta sebagai wadah informasi lanjutan kepada setiap anggota ikatan alumni di sekolah. Semua berharap agar acara seperti ini bisa menjadi agenda rutin di masa yang akan datang.
Saudara Yuli Agus (Celana Orange) Ketua Panitia acara Reuni Akbar 2019 (dok. pribadi)

Pemilihan Ketua Ikatan Alumni Sekolah 

Acara kali juga menjadi titik awal terbentuknya Ikatan Alumni SMAN 7 Balikpapan sebagai wadah koordinasi antar alumni sekolah kelak, sistem pemilihan yang lumayan baru, karena polling nama berdasarkan jumlah terbanyak di masing-masing angkatan. Terpilih 3 nama yang memperoleh hasil polling terbanyak disetiap angkatan. Terpilih sebagai ketua IKA SMAN 7 Balikpapan adalah Abang Sahriansyah dari angkatan pertama. Tentunya ini menjadi sejarah baru bagi ikatan alumni dan tentunya kami semua berharap yang terbaik kepada Abang Sahriansyah.
Abang Sahriansyah (kedua dari kiri) terpilih sebagai ketua Ikatan Alumni SMAN 7 Balikpapan (dok. pribadi)
Pak Hasan Japri tidak lupa memberikan informasi tentang upaya sekolah dalam hal pembangun setiap fasilitas yang berada dilingkungan sekolah, beliau menjabarkan perihal pembangunan Masjid yang akan dibangun di lingkungan sekolah SMAN 7 Balikpapan dan berharap kepada alumni untuk bisa berpartisifasi dalam mewujudkan mimpi-mimpi besar pihak sekolah ini. Pak Hasan Japri menjadi salah satu guru terbaik versi polling yang diadakan oleh panitia penyelenggara acara reuni ini. Beliau mendapatkan nominasi sebagai guru terbaik dengan mendapatkan skor tertinggi dalam polling tersebut, walupun semua dewan guru yang kami cintai merupakan guru terbaik bagi kami semua.
Sudut Foto yang disediakan oleh panitia acara Reuni Akbar (dok. pribadi)

Foto bersama peserta dari semua angkatan (dok. Iwan delta)
Diakhir rangkaian acara ditutup dengan foto bersama semua angkatan dipanggung utama halaman sekolah yang menjadi pusat kegiatan selama acara berlangsung. Wajah-wajah puas nampak terlihat dari semua peserta yang bisa hadir dalam acara ini, terlebih lagi bagi mereka yang beruntung bisa membawa pulang hadiah  karena mendapatkan doorprize yang telah disediakan oleh pihak panitia penyelenggara. 
Video liputan Reuni Akbar SMAN 7 Balikpapan dari Tim Televisi Beruang :



Share:

Jul 23, 2019

Kesibukan dan Kebahagiaan




"Pagiku cerahku Matahari bersinar
Kugendong tas merahku di pundak"


Diatas adalah potongan bait sebuah lagu yang begitu mengasikkan,apalagi didengarkan sama anak yang akan baru memulai berang masuk kesekolah pertama kali. Lirik lagu yang indah ini di ciptakan oleh seorang ibu dan artis yang begitu sangat menginspirasi lewat karyanya selama ini yaitu Bunda Melly Goeslaw.

Disini saya bukan membahas tentang lagu yang indah diatas apalagi sampai menganalisa setiap bait lirik dalam lagu yang indah tersebut. Bagi kami yang baru pertama kali mendapatkan pengalaman pertama dalam berkeluarga pastinya moment seperti ini adalah moment yang tidak bisa di gambarkan kegembiraannya. Saya dan istri sebisa mungkin mempersiapkannya untuk menghadapi pengalam pertama ini dengan mengerahkan semua emosi yang ada, maksudnya emosi ini bukan seperti emosi yang selama ini kita artikan harus dengan tegang,shock, bahkan dengan artian marah kedalam makna emosi diatas. Walaupun tidak sedikit juga ada yang beranggapan bahwa mempersiapkan anak untuk memasuki sekolah di tahap pertama bisa membawa kerepotan sendiri bagi sebagian keluarga di Indonesia.

Baru tahap persiapan masuk sekolah saja sudah "merepotkan" belum lagi ketika pengantaran anak pertama kali ke sekolah yang sudah di tentukan. Riuh rendah persoalan pendaftaran dengan sistem yang selalu berubah seharusnya bukan menjadi persoalan pelik ketika atau sebelum kita melewati proses pendaftaran tersebut. Tapi kami bukan mempermasalahkan hal tersebut karena toh sistem yang mereka  buat pastinya sudah melewati proses yang matang, pun jika di temukan masalah dalam penerapannya akan selalu diperbaiki demi terciptanya pelayanan pada dunia pendidkan di Indonesia.

Nama anak kami Rayya Shofiyyah. Dia adalah seorang anak perempuan yang sdikit pemalu ketika baru bertemu dengan lingkungan yang baru, akan beda kasus ketika berada di lingkungan rumah, dia berubah menjadi seorang anak yang periang dan aktif. Hari pertama masuk pastinya juga menjadi pengalaman yang baru bagi anak kami. Wajahnya berubah lebih ceria ketika kami memberi tahukan bahwa dia di terima di salah satu SD (Sekolah Dasar) yang berada tidak jauh dari rumah dimana kami tinggal.



Suasana di depan gerbang Sekolah Dasar
Kumpulan para Pedagang di sekitar sekolah 
Ada wajah sangat bahagia di anak juga wajah kaku dianak ketika melewati gerbang, wajah sumringah para dewan guru yang juga berada di gerbang sampai wajah bahagia si penjual jajanan di sekitaran sekolah. Bisa dikatakan bahwa semua akan menampakkan wajah yang bahagia ktika mereka bertemu gerbang pada sub-tema pendidkan dalan alur kehidupan umat manusia dan pendidikan adalah dasar untuk membuat gerbang-gerbang selanjutkan dalam kisah kehidupan.


Hari pertama adalah keriuhan yang membahagiakan bagi semua yang merasa punya ikatan emosi dalam hal hari pertama di sekolah. Dari mulai orang tua dan beberapa elemen terkait dari Guru-guru disekolah tersebut sampai para pedagang yang mensupport kegiatan di lingkungan sekolah. 



Tapi wajah-wajah riang para orang tua hanya sampai di gerbang karena memang pengantar cukup sampai ke gerbang. Ada aturan yang tertulis bahwa pengantar cukup sampai gerbang saja. Wajah orang tua kembali berubah menjadi kecemasan apa yang akan terjadi di dalam ruang, apakah anaknya menangis atau tetap bisa mandiri menghadapi kelas pertama dalam kehidupannya karena akan berubah sesaat dalam kesehariannya. Di balik wajah cemas para pengantar ke depan pintu gerbang tetap ada wajah-wajah yang selalu sumringah yaitu para pedagang dalam kantin ataupun para penjual yang berada di luar pagar sekolah tersebut. 


Itulah mengapa selalu ada terciptanya keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.




Share:

Wikipedia

Search results

Terjemahan

Total Pageviews

Berlangganan Lewat Email

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *