Mata, Hati dan Pikiran. Catatan-Mataharian adalah sebuah kesimpulan dari Mata, hati dan pikiran dalam keseharian.

28 Sep 2019

Ternyata, Di Balikpapan Cukup Membawa E-KTP Untuk Menjadi Anggota Perpustakaan


“Jika ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban, hancurkan buku-bukunya; maka pastilah bangsa itu akan musnah.” (Milan Kuldera)


Perpustakaan  Daerah Kota Balikapapan (dok. pribadi)
Selasa (24/9), saya berkesempatan untuk mengunjungi perpustakaan daerah Kota Balikpapan yang berada di Jalan Kapten Piere Tendean 1, Kota Balikpapan. Sudah sejak lama saya ingin singgah untuk melihat keadaan di bagian dalam bangunan perpustakaan tersebut, selama perubahan bangunan baru tersebut saya belum pernah sekali pun memasuki bangunan perpustakaan Kota Balikpapan ini.

Memasuki bagian depan pintu utama sebelah kanan terdapat layanan pendaftaran bagi mereka yang ingin mendaftar menjadi anggota baru dengan menggunakan sistem komputerisasi, layanan tersebut berupa sistem pendaftaran bagi yang ingin menjadi anggota baru di perpustakaan daerah Kota Balikpapan. Layanan yang cepat ini menjadi daya tarik tersendiri bagi saya yang baru pertama kali ke perpustakaan ini. Saya cukup menyiapkan E-KTP Kota Balikpapan dan memasukkan data yang diinginkan ke layar komputer tersebut dan tentunya data harus sesuai dengan yang tertera pada E-KTP saya. 

Layanan Komputerisasi pendaftaran anggota baru perpustakaan daerah Kota Balikpapan (dok. pribadi)
Bagaimana jika pendaftar belum memiliki E-KTP ternyata tetap bisa menjadi anggota perpustakaan ini dengan menggunakan fotocopy Kartu Keluarga (KK) Kota Balikpapan, ini diperuntukkan bagi warga yang belum sampai syarat untuk memiliki E-KTP tadi. Lalu bagaimana jika yang ingin mendaftar menjadi anggota perpustakaan Kota Balikpapan tapi bukan dari warga Kota Balikpapan sendiri, misalnya mahasiswa dari luar Kota Balikpapan? Dari penelusuran informasi Perpustakaan Balikapapan masih bisa mendaftar dengan syarat telah adanya kerjasama antara universitas tempat mereka kuliah dengan perpustakaan Kota Balikpapan itu sendiri. 

Selesai memasukkan data diri dari komputer tersebut saya langsung ke meja petugas lainnya untuk mengambil foto diri yang akan di masukkan ke dalam kartu anggota perpustakaan baru dan langsung dicetak saat itu juga, jika dihitung-hitung dari mulai proses memasukkan data, pengambilan foto diri sampai percetakaan kartu tidak memakan waktu sampai 10 menit, sangat cepat ternyata. Dan lebih penting lagi, semua proses pembuatan kartu anggota di perpustakaan Kota Balikapapan ini semuanya tanpa dipungut biaya, alias gratis

Pelayanan Yang cepat di perpustakaan daerah kota Balikpapan (dok. pribadi)
Pelayanan yang cepat serta inovasi-inovasi dalam hal pelayanan memang sudah seharusnya dilakukan oleh Perpustakaan Kota Balikpapan, mengingat percepatan dunia informasi dan teknologi sekarang ini. Kecepatan dalam hal pelayanan menjadikan saya merasa senang untuk menikmati setiap layanan yang disediakan oleh perpustakaan Kota Balikpapan.

Bangunan yang besar dan nyaman dengan penambahan beberapa fasilitas pelengkap di sekitarnya menjadikan perpustakaan ini bisa menjadi rujukan bagi warga kota yang ingin menikmati fasilitas peminjaman buku dan beberapa layanan lainnya. Saya juga mencari informasi tambahan di laman situs Perpustakaan Kota Balikpapan guna mencari informasi tambahan yang luput dari pandangan saya di hari itu, dan ternyata ada beberapa fasilitas penunjang lainnya, selain layanan peminjaman buku. Di bawah ini ada beberapa fasilitas yang juga menarik untuk dinikmati berdasarkan informasi dari laman situs perpustakaan daerah Kota Balikpapan tersebut, yaitu:
1. Fasilitas Perpustakaan
- Ruang Layanan Koleksi Anak-Anak 
- Ruang Layanan Koleksi Umum 
- Ruang Layanan Koleksi Referensi 
- Pojok Layanan Koleksi Braille 
- Ruang Terbitan Berkala (majalah dan Koran) 
- Ruang Baca dan Ruang Diskusi yang luas dan nyaman 
- Ruang Layanan Koleksi Digital dan Layanan IT (koleksi CD/VCD, akses internet) 
- Ruang Audio/Visual untuk pemutaran film VCD/DVD 
- Armada Mobil Perpustakaan Keliling 
2. Fasilitas Kearsipan
- Ruang roll o'pack 
- Balikpapan Planning Galery 
3. Fasilitas Umum Lainnya  
- Akses internet gratis 
- Musholla dan toilet 
- Ruang pertemuan 
- Ruang laktasi 
- Akses bagi penyandang difabel 
- Gazebo 

Jadwal layana perpustakaan daerah Kota Balikpapan (sumber: http://dispustakar.balikpapan.go.id/content/11/jadwal-pelayanan)
Fasilitas berupa taman juga  terdapat di area belakang gedung dan dilengkapi pula dengan beberapa gazebo didalamnya menjadi daya tarik tersendiri, kita bisa membaca dengan santai, berselancar di dunia internet atau sekedar berdiskusi sambil menikmati udara yang sejuk disekitarnya. Tapi terlebih dahulu kita men-scan kartu anggota kita di area depan layanan sebelumnya untuk mendata jumlah kunjungan ke perpustakaan daerah Kota Balikpapan ini. 


Taman di bagian belakang gedung perpustakaan daerah Kota Balikpapan (dok. pribadi)
Semoga dengan inovasi yang terus dilakukan serta pelayanan yang cepat selama ini mampu membuat minat masyarakat kota ini untuk melakukan kunjungan ke perpustakaan semakin meningkat dan juga tingkat literasi masyarakat akan semakin meningkat pula. Bukankah kemajuan sebuah kota juga bisa dilihat dari tingginya minat baca warganya. Dalam hal ini Pemerintah kota telah memberikan pelayanan yang maksimal dalam hal penyediaan buku-buku yang bagus dan bermutu. Terimakasih 

Salam Literasi.

 







Share:

20 Sep 2019

SEBOTOL AIR PEMBUKA CERITA

Santai sejenak (dok. pribadi)

Pukul 17:lewat Wita, waktu jam versi smartphone saya dan motor telah siap untuk menemani perjalan sore ini. Menurut perkiraan cuaca BMKG dan aplikasi di handphone tidak ada peluang hujan sore sampai malam hari ini. Jadi perjalanan kali ini tidak perlu ada rasa was-was akan terjadinya hujan. Seperti biasa, rutenya Gunung tembak-Samboja dan berakhir di Samarinda. Kelengkapan surat motor dicek, kemudian pemeriksaan dari mulai tekanan angin di kedua ban, rem  sampai volume bahan bakar tidak lupa selalu menjadi rutinitas pemeriksaan sebelum berangkat jauh, karena jarak yang akan di tempuh lebih dari 100Km jauhnya.

Beberapa hari belakangan ini kondisi daerah sekitar Kalimantan Timur memang cukup panas dan mulai berasap dibeberapa daerahnya, asap yang sudah mulai nampak beberapa hari ini membuat mata perih ketika melakukan perjalanan, apalagi jika tidak memakai pelindung yang lumayan bagus. Nafas agak terasa berat dan selalu merasa haus. Biar pun kondisi masih seperti ini toh perjalanan rutin tetap harus dilakukan, karena ini adalah bagian dari tugas dan terjadwal tetap dalam setiap minggunya.
                
Perjalanan sore ini masih sama rutenya seperti perjalanan yang kemarinnya, rutenya bahkan saya sampai hafal, posisi letak tikungan dan bahkan daerah mana saja yang agak rusak jalannya. Tempat persinggahan untuk istirahat pun selalu sama, kalau tidak warung di pingir jalan atau di spbu yang berada di beberapa titik jalan.

Spbu yang menjadi langganan ternyata tutup kantinnya, sudah sekitar semingguan ini kantin tersebut tutup. Saya malas mencari tahu mengapa kantin spbu tersebut tutup, karena itu bagian dari tanggung jawab manajemen pengelolanya. Spbu ini menjadi langganan saya karena selain spbu ini telah berusia cukup lama hampir semua karyawannya pun sudah tidak asing lagi wajahnya. Jika ada yang terasa asing bisa jadi dia adalah karyawan baru di spbu itu.           
                               
Warung kai adalah opsi terbaik lainnya juga untuk singgah, posisinya berada di pertengahan jalan antara Gunung tembak-Samarinda, selain berada di kisaran pertengahan KM 50an, pemiliknya  pun sudah cukup kenal. Saya singgah sebentar untuk mendinginkan mesin motor sembari menikmati segelas kopi hitam agak pahit dan sepotong roti kecil. Biasanya butuh waktu 20-40 menit waktu yang saya sisihkan untuk beristirahat di warung-warung pingir jalan selama ini. Bahkan kadang lebih jika saya menemui kawan yang asik buat mengobrol di warung yang saya singgahi, karena bagi saya ada nilai tersendiri ketika bisa berkenalan dengan orang baru dan juga mendengarkan kisah-kisah mereka. Toh pada dasarnya orang akan senang untuk didengarkan cerita perjalanan hidupnya bahkan terkadang ada juga yang sampai menceritakan keluh kesahnya selama hidupnya lalu ada pula yang sampai mengeluhkan kebijakan presiden, kadang aku cuma tersenyum dan mencoba menjadi pendengar yang baik saja.
                
Oke mari kita lanjut.  Setelah santai sejenak ngopi dan mengganjal isi perut dengan sepotong roti, perjalanan di lanjutkan kembali. Tapi ketika dalam perjalanan pulang kali ini sepertinya pencernaan saya bermasalah, beberapa hari ini memang pencernaan saya sedang mangalami sedikit gangguan. Hal ini harus di tuntaskan, karena yang akan saya jumpai tinggal beberapa Km lagi di depan. Kalau sudah seperti ini biasanya yang saya  lakukan hanyalah berharap, berharap tekanan dari dalam perut ini tidak terlalu kuat. Hehehe…
                
Motor terparkir di tempat yang memang sudah disediakan tempatnya. Melepas semua aksesori perlengkapan selama perjalan terus langsung ke kamar kecil yang berada tepat di belakang gedung komplek spbu ini. Di komplek gedung spbu ini berderet  bangunan seperti tempat karyawan, minimarket, kafe serta tempat ibadah bagi konsumen spbu maupun para pejalan yang hendak singgah untuk istirahat, ibadah atau pun lainnya, seperti saya kali ini.
                
Masuk ke dalam minimarket untuk membeli dua botol air dalam kemasan kemudian satu botolnya saya berikan kepada pakle salome yang berada di dekat saya duduk, terima dengan senyuman sambil mengucapkan terimakasih. Dalam perjalan tidak jarang juga kita mendapatkan hal yang sama, selain mendapatkan teman ngobrol tak jarang teman ngobrol tersebut yang akan membayarkan segelas kopi yang kita minum. Saling membeli juga saling membelikan, sebenarnya sama aja ini kalimatnya.
                
Pakle penjual salome ini menjadi teman mengobrol singkat saya kali ini, apakah karena sebotol air mineral sehingga dia mau mengobrol dengan saya atau kah dia pikir dari pada dia sendiri sambil menunggu orang singgah di spbu dan membeli dagangannya. Selain menanyakan soal asap selama kita mengobrol santai dia membahas soal perpindahan ibukota, lalu menceritakan  bahwa dia mempunyai sebidang tanah yang cukup untuk membuat sebuah rumah di daerah yang diisukan akan menjadi ibukota tersebut. Sesekali dia tersenyum dan mengatakan sebuah penyesalan ketika dulu kala pernah ditawari sebidang tanah ukuran yang cukup luas dengan harga yang masih sangat murah di saat itu.
                
Ibukota baru, memang isu ini menjadi top trending. Setelah Presiden mengumumkan rencana pemindahan ibukota  pemerintahan ke Kalimantan Timur, otomatis  pembahasan warga sekitar sini berkisar diisu pemindahan ibukota dan juga jual beli tanah pastinya. Beberapa issue yang berkembang bahkan menjadi liar soal naiknya harga tanah yang sangat tinggi, menjamurnya makelar tanah yang masuk ke daerah-daerah yang disebut-sebut sebagai pusat ibukota pemerintahan baru nantinya, bahkan sampai menggosipkan masalah penggundulan hutan bahkan sampai isu tenaga kerja ketika proyek pemindahan ibukota benar-benar terwujud.
                
Kesimpulannya dia merasa senang-senang saja dengan rencana pemindahan ibukota pemerintahan ke Kalimantan Timur ini, akan ada banyak peluang kelak yang bisa di dapatkan dari hal tersebut. Dan akhirnya saya pun mohon izin dan menyudahi obralan yang tak begitu lama ini, karena melihat jam sudah melewati pukul 20:an. 
                
Terimakasih pakle  salome untuk obrolan singkat kali ini, bisa jadi besok-besok akan kembali bertemu dengannya jika saya kelak singgah di spbu ini, karena biasanya dia berjualan saat hari mulai malam sampai spbu ini tutup.



Share:

15 Sep 2019

WARNA-WARNI ASUS VIVOBOOK ULTRA A412 UNTUK KAMU GENERASI MILENIAL YANG PENUH ENERGI



"Ketika muda kita habisi dengan bermalas-malasan maka tua juga akan malas-malasan lalu tak terasa besok mati, namun kalau kita banyak belajar dan banyak analisis maka saat dia tua dia menang."
(BJ. Habibie)
ASUS VivoBook Ultras A412 Blogger gathering 2019 Balikpapan

Sabtu (7/9/2019), bersama komunitas BBlogger Balikpapan mendapatkan kesempatan dari  ASUS Indonesia untuk mengikuti kegiatan ASUS Bloggers Gathering 2019 di Balikpapan, bertajuk ASUS VivoBook Ultra A412 Colorful is My Life yang berlangsung di Grand Sudirman, lt. 16 Office Tower Hotel Aston Balikpapan. Acara blogger gathering kali ini ASUS Indonesia membawa dan memperkenalkan produk terbarunya dari seri ASUS VivoBook terbaru yaitu seri ASUS VivoBook Ultra A412, The  world’s smallest colorful 14” Ultrabook.


Rangkaian acara kali ini dimulai dari registrasi peserta yang telah mendaftar sembari diberikan souvenir berupa Tanjak, ikat kepala khas dari provinsi Riau dan dipakai selama acara berlangsung. Tema acara gathering ASUS kali ini adalah #colorfulismylife, diantara pilihan warna-warni ikat kepala yang disiapkan, saya memilih warna merah yang membuat semangat dalam aktivitas keseharian. Setelah registrasi selesai sambil menunggu acara dimulai kami para peserta dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan, lagi-lagi hidangannya pun juga penuh dengan warna.

ASUS VivoBook Ultras A412 Blogger gathering 2019 Balikpapan

Dipandu oleh Mbak Katerina, seorang Travel Writer dan juga Blogger, mbak Katerina berbagi pengalamannya selama menjadi seorang Travel blogger. Motivasi untuk terus belajar memaksimalkan potensi yang ada, pastinya juga harus didukung dengan perangkat yang memadai seperti perangkat dari ASUS, katanya lagi. Mbak Katerina juga memperkenalkan kepada kita sosok Mas David Windra yang ternyata adalah salah satu orang pentingnya ASUS di Kalimantan Timur-Utara, mas David  yang berposisi sebagai Account Manager ASUS Area Kaltimra memberikan informasi pencapaian yang didapatkan ASUS Indonesia selama ini.



David Windra, Account Manager ASUS Area Kaltimra (Doc Pribadi)

ASUS Bloggers Gathering Balikpapan juga menghadirkan pembicara Mas Afithk (@afithk) dari BLUS (Blogger ASUS) yang juga memperkenalkan diri sebagai seorang Digital Nomad yang membahas tuntas setiap detail isi dari produk ASUS VivoBook Ultra A412 serta keunggulan apa saja yang laptop ini miliki untuk mendukung pekerjaannya di dunia Digital Nomad selama ini. Lewat presentasinya kepada kami, dia mengenalkan atmosfer dunia baru kaum milenial, yaitu dunia Digital Nomad. Dalam dunia digital nomad ada beberapa syarat yang harus dikuasai bagi mereka yang ingin masuk ke dalam dunia tersebat. Syarat pertama adalah adanya jaringan internet, kedua adalah skill dan ketiga adalah perangkat kerja pendukung yang bagus (laptop-gadget). Keuntungan menjadi digital nomad adalah waktu kerja yang fleksibel serta bisa dimana dan kapan saja mereka mau.


Afit, dari BLUS mempresentasikan Laptop ASUS (Doc. Pribadi)

Setelah Mas @afithk selesai mempresentasikan seluk beluk dan keunggulan dari laptop terbaru ASUS VivoBook Ultra A412, acara dilanjutkan dengan tanya-jawab seputar perangkat terbaru ASUS ini dan juga mengenai Digital Nomad. Setelah coffee break dilanjut dengan lomba skenario foto melalui Instagram yang hasil foto langsung di nilai setelah acara berlangsung. Alhamdulillah kali ini saya tidak mendapatkan nominasi apapun, tetap bersyukur dan tetap coba lagi, tetap semangat sembari menghibur diri. Dan Alhamdulillah, kali ini walaupun tidak menang lomba foto masih tetap dapat kenang-kenangan dari acara kali ini dalam kategori peserta paling jauh bersama rekan saya yang sama-sama dari Samarinda.


KENAPA HARUS ASUS VIVOBOOK ULTRA A412, APA ISTIMEWANYA BAGI PARA GENERASI MILENIAL

Sejak tahun 2013-2018 ASUS menjadi peraih No.1 Brand Notebook Di Indonesia merupakan sebuah jaminan akan kepercayaan masyarakat luas akan kualitas perangkat yang diciptakan oleh ASUS. Jika kita melihat dengan seksama produk terbaru ASUS VivoBook Ultra A412 ini, hampir  keseluruhan dari desain maupun performance-nya layak menjadi pilihan terbaik bagi kaum milenial saat ini, khususnya untuk milenial Indonesia. ASUS Indonesia menggandeng Ria Ricis dan Rizky Febian dalam mengenalkan produk ini karena keduanya dinilai dapat mewakili generasi milenial yang penuh dengan energi.

Dibawah ini adalah beberapa alasan mengapa laptop ASUS VivoBook Ultra A412 menjadi pilihan terbaik bagi generasi milenial.

Warna-warni sebagai identitas diri
Warna adalah sebuah bagian dari eksistensi diri, apalagi jika dihubungkan dengan jiwa para generasi milenial. ASUS VivoBook Ultra A412 menghadirkan empat varian pilihan warna yang dapat melambangkan serta mewakili identitas kepribadian mereka. Transparent Silver memberikan tampilan yang ramping dan canggih. Slate Grey untuk pendekatan yang bersahaja. Peacock Blue yang akan berubah warna jika dilihat dari sudut yang berbeda, dan warna terakhir adalah warna Coral Crush dengan warna yang cerah bagi hasil akhir yang cerah.
Pilihan Warna ASUS VivoBook Ultra A412 (www.asus.com/id)

Laptop super Ringan (lightweight) serta desain Ergolift terbaru
Dengan bobot sekitar 1,5kg menjadikan ASUS VivoBook Ultra A412 sebagai laptop dengan bobot yang sangat ringan tetapi tetap tangguh sehingga sangat mempermudah dalam mobiltas generasi milenial kemana pun mereka pergi. Tinggal masukkan kedalam tas lalu pergi untuk mencari bahan tugas atau pun sekedar mencari inspirasi. Hal ini dikarenakan desainnya yang ultra tipis serta ringan.

Desain Ergolift pada laptop ini memudahkan kita pada  saat pengetikan, dikarenakan body dari laptop akan sedikit terangkat sehingga posisi keyboard akan lebih mudah untuk disentuh juga membuat sirkulasi udara yang sedikit bebas.
Desain Ergolift terbaru (www.asus.com/id) 

Tampilan Layar dengan NanoEdge Display
ASUS VivoBook Ultra A412 dengan layar 14” FHD (1920x1080) serta desain layar  87% Screen to body ratio dan 5,7 mm thin bezels membuat tampilan layarnya lebih luas di empat sisi nya layarnya terlihat seperti tanpa bingkai, area layar dan visual yang dihasilkan sangat dalam dan enak baik untuk mengerjakan tugas maupun bermain dan yang paling penting tehnologi layarnya tidak membuat mata cepat lelah dalam bekerja. Lebih penting lagi keseluruhan dari di imensi layar perangkat ini terlihat sedikit minimum dari perangkat sejenis, sehingga mudahkan ketika akan di bawa maupun ketika akan dimasukkan ke dalam tas. 
Tampilan Layar dengan NanoEdge Display (www.asus.com/id)

Performa yang bisa diandalkan
Dengan prosesor Intel® Core™ menggunakan Windows 10, up to Core i5 Intel Processor, up to 8GB DDR4 RAM dengan memori menggunakan Solid state drive: 512GB PCIe® SSD serta konektivitas Wi-Fi5 dual band 805.11 ac terbaru membuat segalanya mampu dilakukan dengan laptop ASUS VivoBook Ultra A412 ini, mulai dari sekedar pengetikan, edit multitasking, sampai bermain game akan lancar dengan menggunakan prosesor terbaru di perangkat ini serta penyimpanan yang besar dan lega. Pastinya generasi milenial akan semakin produktif untuk berkarya.

Fingerprint Sensor dan backlit Keyboard yang kokoh
Dengan sekali sentuhan untuk mengakses laptop akan semakin cepat dan mudah, sama dengan tipe milenial yang sukanya cepat dan tidak ribet. ASUS VivoBook Ultra A412 dibekali sensor sidik jari di area touchpad dan Windows Hello sehingga kita tidak perlu lagi repot-repot untuk mengetikkan kata sandi lagi karena cukup dengan sekali sentuhan, mudah dan cepat bukan. Keyboard backlit ASUS VivoBook Ultra A412 sangat bisa diandalkan ketika bekerja di area yang redup, seperti kafe atau gelap didalam kamar dengan pengujian sampai 10.000 kali ketuk menjadikan keybaoardnya sangat kuat untuk dijadikan alat kerja harian.
Fingerprint Sensor dan backlit Keyboard  (www.asus.com/id)

Konektivitas
ASUS VivoBook Ultra A412  dibekali banyak port USB dan posisinya yang mudah, seperti USB Type-C™ (USB-C ™). Ini juga memberikan kecepatan transfer data yang hingga 10x lebih cepat daripada koneksi USB 2.0 yang lebih lama. Ada port USB 3.1 Gen 1 dan USB 2.0, output HDMI, dan pembaca kartu microSD, sehingga dapat dengan mudah menghubungkan semua periferal, display, dan proyektor tanpa kesulitan.

Baterai yang tahan lama
Dengan menggunakan baterai polimer-lithium berkualitas tinggi menjadikan ASUS VivoBook Ultra A412 semakin bisa diandalkan untuk bekerja atau pun sekedar hiburan. Ditambah sistem pengisian baterai dengan teknologi terbaru dapat melindungi baterai dari kerusakan akibat terlalu lama mengisi daya membuat baterai lebih lama dan efisien serta umur baterai bisa 3x lebih lama. Dengan system pengisian yang cepat, sehingga mobilitas tidak terganggu dengan syistem pengisian baterai yang cepat 60% dalam 49 menit.  

Audio dengan SonicMaster
ASUS SonicMaster adalah kombinasi perangkat keras, perangkat lunak, dan penyetelan audio yang dirancang dengan tujuan memberikan pengalaman audio terbaik. Codec tingkat profesional memastikan pengodean dan dekode audio yang tepat, amplifier, speaker besar, dan ruang resonansi sangat cocok untuk ASUS VivoBook Ultra A412 memastikan pengiriman audio yang kuat dan bass yang lebih dalam. Pemrosesan dan penyetelan sinyal tambahan membantu memperbaiki setiap detailnya, menyaring suara bising dan meningkatkan kejernihan audio sehingga kita bisa mendapatkan suara yang benar-benar mendalam. Hal ini akan membuat semakin betah bekerja, apalagi generasi milenial tidak bisa dipisahkan dari dunia audio sebagai salah satu sumber inspirasi dalam melakukan pekerjaan maupun tugas yang diberikan kepada mereka.


Share:

13 Agu 2019

Rombong Sodaqoh Jum'at, Semangat Berbagi Dari Ujung Timur Balikpapan


Masjid Nurul Yaqin, Gunung Tembak-Teritip (Dok. Pribadi)

Siang itu, disuatu hari yang menjadi penghulu dari segala hari atau pada hari Jum'at yang mulia nampak kesibukan sudah mulai terlihat disuatu sudut pertigaan jalan. Selepas ibadah sholat Jum'at, saat sang imam baru saja mengucapkan salam pertanda Ibadah sholat Jum'at telah berakhir anak-anak mulai ramai meninggalkan dan berhamburan dari shaf-shaf sholat mereka.

Anak-anak menyeberangi jalan menuju pertigaan ketempat dimana terdapat deretan rombong yang menyediakan beberapa jenis aneka makanan dan minuman untuk mereka ambil. Deretan rombong tersebut bernama "Rombong Sodaqoh Jumat" yang di kelola oleh beberapa warga sekitar untuk menyediakan makanan dan minuman selepat sholat jumat yang dilaksanakan Masjid Nurul Yaqin, daerah Gunung Tembak Kelurahan Teritip.

Rombong Sodaqoh Jum'at (Sumber: https://web.facebook.com/blacker.liz)

Kegiatan Rombong Sodaqoh Jumat ini berawal dari kepedulian warga sekitar untuk meramaikan serta membagi kebahagian dihari jum'at, dimana banyak sekali faedah yang didapatkan dari kegiatan yang sarat dengan nilai ibadah ini. Wajah-wajah ceria juga terlihat diraut wajah ibu-ibu muda yang membagiakan paket makanan dan minuman kepada anak-anak selepas ibadah sholat jum'at ini. Bukan hanya anak-anak ternyata yang ikut antri untuk mendapatkan paket tersebut, nampak juga orang-orang dewasa dan bahkan orang tua yang ikut mengantri untuk mendapatkannya. Mereka dengan wajah bahagia sembari sabar untuk mendapatkan paket makanan tersebut sesuai dengan seleranya, mungkin karena saat ini ada beberapa jenis makanan yang bisa mereka pilih untuk dibawa pulang kerumah.


Semua berbahagia dengan berbagi (Dok. Pribadi)

Anak-anak sendiri terlihat sangat bersemangat dalam merebutkan makanan atau minuman kali ini tak ketinggalan mereka bahkan berebutan dengan teman sendiri uantuk mendapatkan paket makanan tersebut lebih cepat. Bisa saja itu adalah nilai lebih bagi mereka ketika bisa mendapatkan makanan atau minuman lebih cepat dari rekan seumuran mereka, bahkan tak jarang mereka minta double padahal mereka telah mendapatkannya. "Biarlah, namanya juga anak-anak".

Sumbangan makanan dan minuman semuanya didapatkan dari para dermawan warga sekitar yang memberikannya dengan sukarela, lalu dikemas ulang kedalam plastik-plastik dengan ukuran yang berbeda, jika sumbangan tersebut harus dikemas ulang. Rombong Sodaqoh Jum'at sendiri telah cukup lama berdiri dalam memberikan pelayanannya kepada jamaah Masjid Nurul Yaqin. Awal berdirinya menempati area bagian depan masjid, lalu berpindah ke seberang masjid mungkin seiring dengan bertambahnya sumbangan para dermawan dan efisiensi waktu serta tempat sehingga lokasi rombong dipindahkan keseberang masjid.

Relawan Rombong Sodaqoh Jum'at (Dok. Pribadi)

Melihat keceriaan dan kebahagian diwajah para jamaah masjid akan kehadiran Rombong Sodaqoh jum'at ini saya sendiri berharap kedepannya kegiatan ini agar tetap bisa dipertahankan dan selalu ada disepajang waktu. Pastinya segala kendala dalam kegiatan memberikan pelayanan ini akan selalu ada dan berharap para dermawan bisa terus bertambah, bukan soal nilai dan besarnya bantuan yang diberikan dalam mengisi Rombong Sodaqoh Jum'at ini yang terpenting adalah keberlanjutan kegiatan yang sangat bernilai ini. Salut kepada mereka para relawan pejuang Rombong Sodaqoh Jum'at, sehat selalu agar dapat terus bisa  memberikan pelayanan yang luar biasa ini.



Share:

2 Agu 2019

Simpang Tiga, Sunyi, Temarang dan Kenangan

Simpang tiga dalam Gunung Tembak kala malam (doc. pribadi)
"Kenangan adalah cara untuk merawat pikiran,kadang-kadang" (kataku)

     Padahal bulek rombong dorong yang menjajakan makanan tahu tek-tek sudah mulai berkemas perlengkapan dagangannya, mas penjual sate ayam sebelahnya juga sudah selesai berkemas dengan jualannya dan mematikan lampu penerangnya. Tak lama datang pembeli terakhir yang sepertinya sudah sangat akrab dan hapal harus dibuat seperti apa pesanannya sesekali melemparkan guyonan untuk membuat suara lain selain suara dari ulekan bumbu kacang tahu tek-teknya.
     Ditemani rekan penjual lainnya seorang wanita yang duluan selesai dengan jualannya karena malam ini pembeli agak sepi, keluhnya kepada bulek tahu tek-tek. Mendangarkan obrolan orang lain adalah kebiasaan saya yang pastinya bukan karena saya ingin sangat tahu atau ingin mencampuri urusan orang lain. Bagi saya mendengarkan adalah bagian dari seni dalam hidup, karena dengan ini saya dapat mengetahui dan menggali sebanyak mungkin informasi apa yang yang terjadi sekitar lingkungan saya.
      Pesanan tahu tek-tek saya sudah dihidangkan dengan seperti biasa,tanpa ada standar-standaran khusus ala cafĂ© atau resto, seperti biasa kuah kacang bercampur bahan lainnya tetap disiram diatas lontong dan beberapa jenis sayur seperti biasa yang dari dulu tetap itu-itu saja bentuknya, yang berbeda dari dulu mungkin bulek penjualnya yang sudah sedikit berubah dari segi fisiknya dan umurnya bertambah pastinya. Oh iya yang berubah hanya media krupuknya, yang dulu langsung di taruh diatas bumbu kacangnya sekarang dengan menggunakan piring terpisah, apakah ini sebagai standar baru dalam hidangan tahu tek-tek di kampung saya. Pastinya dengan adanya piring tambahan berarti harga dari seporsi hidangan ini pun akan bergerak naik, semacam strategi untuk menaikkan harga dengan cara yang cantik.
     “Sekarang sepi Mas”. Bulek itu membuka obrolan denganku, saya bilang aja bahwa memang waktu sudah malam sembari melihat jam di handphone  yang telah menunjukkan pukul 22:15 Wita, sebenarnya belum terlalu juga. Saya tahu bahwa bulek ini telah lama berjualan di simpang tiga ini bahkan beberapa tetangganya pun yang saya kenal juga menjadi penjual di simpang ini. Rasanya tidak ada perubahan atau memang standart rasa tahu tek-tek di kampong ku ini memang seperti ini, seperti paklek satunyan yang tidak berjualan malam ini, itu pun juga dekat dengan jualan bulek ini. Hamper habis makanan dipiring saya walau pun kerupuknya masih tersisa agak banyak di dekatnya, bulek tersebut tetap setia menemai saya sebagai pembeli terakhir di rombongnya.
       Jejeran mobil terparkir di seberang rombong menjadi bahan obrolan saya dan bulek ini, bukan menceritakan siapa saja pemilik mobil tersebut. Jejeran mobil tersebut menjadi bahan obrolan karena dahulu kala tepat dijejeran mobil tersebut adalah jejeran para ibu-ibu penjual makanan dan kue basah ketika malam tiba. Bisa dikatakan bahwa penjual tahu tek-tek ini adalah saksi hidup keramaian kampong ini ketika malam tiba, Cuma saat itu bulek ini masih belu terlalu tua dan saya juga masih kecil kala itu, pastinya.
      Sejarah bermunculannya jejeran penjual makanan kala itu bisa jadi seiring dengan adanya gedung bioskop yang kini gedungnya saja sudah tidak ada Bioskop di kampung saya tersebut perlahan mati dan musnah seiring berkembangnya tehnolgi pemutaran film, awal kemunculan film dalam bentuk media laser disc turut mematikannya atau bisa juga selera penonton yang mulai bergeser seiring dengan makin banyaknya warga yang sudah mampu membeli televisi dimana kala itu harganya lumayan mahal dizamannya. Saat itu pun saya masih ingat ketika sore kita kerumah teman yang sudah memliki televisi hanya untuk menonton serial film kartun atau biasa kami sebut film “kokos” saya pun sampai saat ini malas mencari artinya “kokos” tersebut.
      Masih ingat di benakku ketika gedung biokop tadi memutar film seri saur sepuh yang berepisode-episode itu atau film Rhoma Irama dangan gitar andalannya, maka malam di kampung saya menjadi ramai karena orang-orang dari kampung sekitarnya akan datang untuk menonton film tersebut atau hanya sekedar datang menikmati suasana malam disini.
   “Beda yah Bu dengan malam-malam seperti dulu”, kataku. Buleknya tersenyum sepertinya pikirannya ikut masuk kedalam kenangan waktu dulu ketika melihat keseberang rombongnya yang telah di penuhi jejeran mobil terparkir, penjualnya sudah banyak yang meninggal dunia juga, katanya. Dulu, katanya lagi sewaktu masih ada bioskop kampung ini kalo malam terasa hidup, penjual makanan juga banyak itu belum lagi dengan para penjual yang ikut bermunculan saat ada pemutaran film yang berjualan disekitar bioskop dimana jadwal tayang filmnya bukan tiap malam.
   Makanan didepan saya telah habis bersamaan dengan selesainya bulek tadi mengemas rapi perlengkapan dagangannya. Lampu penerangan yang tidak terlalu terang dimatikan, ditemanin dengan kerabatnya yang datang membantu membawa perlengkapan jualannya dan bulek tersebut jugalah yang mendorong rombong untuk memasuki gang sempit menuju rumahnya. Saya menyampatkan untuk duduk sebentar dimeja ini sembari memandangi pertigaan yang ada tiang listik tepat disudut pertigaannya dengan lampu otomatis yang menjadi penerang jalan kala malam tiba yang telah bebarapa kali di perbaiki ketika lampunya putus.
       Masih ingat di pertigaan tersebut menjadi tempat nongkrong yang zaman sekarang sudah tidak ada lagi budaya tersebut. Pertigaan dimana saat nongkrong juga menjadi penanda terbaginya beberapa kubu anak-anak, ada anak dalam dan anak luar yang dipisahkan jalan yang tidak sampai delapan meter lebarnya. Pertigaan yang masih ada sedikit ruang buat sekedar duduk-duduk menghabiskan malam hingga tak jarang turut melupakan tugas sekolah atau PR kala itu. Pertigaan dimana cerita-cerita lucu mengalir bebas diiringi tawa bebas bahkan bisa sampai melupakan cita-cita bahwa kelak saya ingin menjadi polisi,tentara dan dokter tapi tak pernah serius belajar karena menikmati simpang tiga disetiap malamnya.
       Pukul 22:30,Nampak simpang tiga sudah lengan, temarang ditambah lagi beberapa lampu depan rumah warga juga ikut padam walaupun ada beberapa yang masih menyalakan lampu depannya hingga pagi tiba. Seiring berjalannya waktu sepertinya pola interaksi anak-anak hingga orang dewasa bukan lagi berkumpul seperti dulu, zaman ketika serbuan smartphone yang berisi layanan aplikasi lengkap berisi hiburan dan informasi yang dapat memanjakan dalam mengisi waktu  atau bagi anak-anak bisa membuatnya asik sendiri menikmati game online atau game yang bisa langsung dimainkan tanpa sambungan internet. Pola interaksi berubah sepenuhnya menjadi sedikit individual atau bahkan memang sudah menjadi individual, interaksi berubah menjadi interaksi tak langsung lagi karena media interaksi anatar sesama pun hanya melalui saluran dunia maya  yang di hubungkan dengan saluran jaringan internet walaupun mereka berdekatan jaraknya.
     Pertigaan ini, dan malam ini cukup menjadi kenangan saja. Cerita yang ada kala itu akan tersimpan dengan baik dibenak kami para penikmatnya, lalu akan kami ceritakan kembali cerita kenangan tersebut ketika kami bertemu lagi.     Pertigaan ini semoga akan tetap menjadi titik temu dari tiga masa lintas generasi kampung ini,generasi tua,muda dan generasi akan datang sebagai penerus kehidupan untuk tetap menghidupkan kampung ini, bersama-sama merawatnya dengan penuh kedamaian didalamnya, semoga. (2/8/19)

Share:

Wikipedia

Hasil penelusuran

Terjemahan

Total Tayangan Halaman

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *